Putuskan Tunda Piala Eropa 2020, UEFA Didukung Prancis
Putuskan Tunda Piala Eropa 2020, UEFA Didukung Prancis

UEFA telah resmi menunda Piala Eropa 2020 dari jadwal yang tadinya berlangsung pada tanggal 12 Juni 2020 menjadi tanggal 11 Juni 2021. Keputusan UEFA yang dianggap bijaksana itu lah yang membuat Noel Le Graet selaku Presiden Federasi Sepak Bola Prancis memberikan dukungannya secara penuh. Graet pun mengatakan kalau Prancis pun siap menyesuaikan diri, jika UEFA terpaksa harus merombak Piala Eropa dengan format yang baru.

Keputusan UEFA untuk memolorkan jadwal Piala Eropa 2020 ke tahun depan, sejatinya dikarenakan semakin merebaknya pandemi virus COVID – 19 atau virus corona. Keputusan ini final disampaikan kepada publik sepakbola, usai pihak UEFA menggelar rapat gabungan bersama-sama dengan 55 member fedrasi pada hari Selasa, 17 / 3 / 2020 silam.

“Bagi kami kesehatan dan keselamatan staf, pemain, fans, penonton adalah hal utama yang kami prioritaskan. Atas dasar itikad baik itulah, kami telah melahirkan sejumlah opsi yang paling bijak”, papar Aleksander Ceferin yang menjabat sebagai Presiden UEFA tersebut.

“Saya sangat bangga dengan respons yang kami terima dari seluruh anggota federasi di seluruh kawasan Eropa. Keputusan tersebut lahir, bukan dengan dasar opini sepihak. Akan tetapi, kami telah berdiskusi dengan banyak orang untuk mencapai keputusan paling baik dan bijak”, ujarnya lagi.

Adapun Le Graet sangat menyambut keputusan UEFA tersebut dengan baik oleh Le Graet. Ia menilai, kalau hal ini dilakukan untuk kebaikan banyak pihak yang terlibat dalam dunia sepakbola Eropa.

“Kami Federasi Sepak Bola Prancis akan mendukung penuh terhadap keputusan UEFA. Yaitu, penundaan Piala Eropa yang tadinya hendak digelar pada tanggal 11 Juni 2020 menjadi tanggal 11 Juni hingga 11 Juli 2021. Kami siap menyesuaikan diri dengan perubahan format apapun secara dadakan terkait kompetisi-kompetisi sepakbola di Eropa”, kata Le Graet.

“Menurut saya ini merupakan keputusan bijak dan juga bersifat pragmatis. Tidak ada niat buruk yang melatarbelakangi keputusan tersebut, melainkan hanya ditujukan untuk kebaikan bersama. Terutama mencegah penyebaran virus COVID – 19 lebih luas lagi ke komunitas sepakbola Eropa. Untuk kedepannya, kompetisi-kompetisi di negara kami pun juga harus bisa selesai. Ini supaya kalender sepakbola di Prancis pun tidak akan terlalu berimbas”, tambahnya lagi.

UEFA bersama-sama dengan 55 negara yang tergabung dalam federasi juga akan segera berdiskusi mengenai bergulirnya Liga Champion musim 2019 / 2020 yang juga terkena imbas buruk pandemi virus corona.

Selain itu juga, liga-liga lokal Eropa juga termasuk dalam agenda diskusi UEFA secara internal. Terutama menyoal jalannya Liga Champion dan Eropa yang keduanya sudah memasuki fase 16 besar.

Sempat juga mencuat rumor, kalau Liga Champion dan liga-liga lokal Eropa bakal hanya digelar 1 leg. Dengan selesainya fase 16 besar Liga Champion, maka laga antara Atalanta versus Valencia pun tidak akan ada perubahan.

Selain Liga Champion dan Piala Eropa yang ditunda, UEFA Nations League serta Piala Eropa U – 21 juga akan molor 1 tahun. Hanya 1 kompetisi saja yang sejauh ini tidak mengalami perubahan, yaitu Piala Eropa Wanita 2021.